Minggu, 15 Mei 2011

For Love or For Lust

For Love or For Lust - Pastor Jose Carol

This is a secret to building deeper relationship... Dan bicara soal membangun hubungan, tentunya bukan hanya hubungan antara pria dan wanita yang akan bersatu dalam pernikahan saja dan bukan soal berpacaran saja, tapi juga tentang bisnis, relasi persahabatan, hubungan dengan orang tua, hubungan antara pemimpin dan bawahan. Intinya, selama kita berhubungan dengan orang lain, kita perlu tahu bagaimana cara untuk membina dan membangun hubungan tersebut, supaya kita bisa menikmati kebahagiaan dan segala yang baik, yang disediakan oleh Tuhan di dalam atau melalui hubungan-hubungan yang kita bangun.

"Kekuatan dan kekokohan suatu bangunan sangat ditentukan oleh dasar di mana bangunan tersebut dibangun di atasnya"

Pertanyaannya adalah, di atas dasar apakah hubungan-hubungan dalam kehidupan kita dibangun? Berdasarkan apa? Apakah itu dibangun di atas dasar kasih (love) atau di atas nafsu (lust/keinginan daging)?

Ini bukan hanya berlaku dalam marital relationship atau pre-marital relationship, tapi juga dalam bussiness relationship, family relationship, friendship, semua relasi atau hubungan yang kita bangun. "Hey, tapi apakah bisnis ada hubungannya dengan kasih? Saya tidak mencintai partner bisnis saya..." Let's see the definition of love.

Love is a decission made based on the desire to benefit others. Kasih adalah keputusan yang kita ambil berdasarkan keinginan kita untuk menguntungkan orang lain. Kasih adalah keputusan, bukan perasaan yang kita rasakan waktu berkorban. Kasih adalah keputusan yang diambil oleh seseorang, yang didasari oleh keinginannya untuk menguntungkan pihak lain, bahkan kalau perlu, mengorbankan dirinya. Sebaliknya, Lust atau nafsu adalah keputusan yang diambil berdasarkan keinginan untuk menguntungkan diri sendiri, bahkan kalau perlu, merugikan seluruh dunia, "korbankan semua asal jangan saya".

Kalau kita menjalin hubungan bisnis dengan seseorang yang punya kasih, dia punya keputusan dalam bisnisnya dengan kita yang didasari oleh keinginannya untuk menguntungkan kita, apakah bisa kita bayangkan bagaimana jadinya jika kita juga merespon dengan hal yang sama? Betapa langgengnya hubungan bisnis yang terjalin itu!

Nah, apakah yang mendasari hubungan-hubungan kita? Dan apakah orang yang menjalin hubungan dengan kita itu didasari oleh kasih atau nafsu? We shall think about it. Ada peribahasa yang berkata seperti ini "The omelette is only as good as the eggs in it." Omelet hanya sebagus kualitas telur yang ada di dalamnya. Kalau telurnya busuk, mau dikasih merica, sambel, bawang putih, bawang merah sebanyak apapun juga, kualitasnya ga bisa bagus.

"Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara, dan dari duri-duri orang tidak memetik anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik. Orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat, karena yang diucapkan mulutnya meluap dari hatinya." (Luk 6:43-45)

Kalau hati seseorang jahat, keluarnya pasti jahat. Kalau telurnya busuk, walau kita kasih bumbu apapun, pasti tidak akan bisa jadi omelet yang bagus. Ada banyak jenis telur di dunia ini. Dan pertanyaannya, darimana saya tahu kalau telurnya bagus? Dari luar keliatan ada yang bintik-bintik, warnanya beda, bentuknya beda, ada telur negeri, ada telur kampung, kualitasnya beda, ada yang dibeli di pasar, di Hero, ada yang mengandung bebas salmonela, omega 3, plus vitamin, DHA, dst. Darimana kita bisa tau kalau telur ini ga busuk? Kita bisa aja liat labelnya. Tapi masalahnya di supermaket saya seringkali diajari, kalau mau telur bagus, sentrongin ke bohlam, kalau bening, bagus. Iya kalau bisa disentrong ke bohlam... kalau dibungkus di kotak gimana? Kita cuma bisa baca merk-nya aja. Kita ga bisa tau pasti.

Penampilan itu bisa mengelabui. Ini berbahaya kalau misalnya kita mau pacaran. Kita ngeliat cakepnya, proporsi bodinya, dll. Masalahnya, mau didandani seperti apapun juga, kalau tadinya dia "busuk", tetap "busuk". Alkitab berkata, baik buruknya orang ditentukan dari hatinya, bukan dompetnya, bukan rumahnya, bukan mobilnya. Mau naik ferrari, mau punya banyak kartu kredit yang ga ada batasnya pun, it doesn't change the inside. Bagaimana dia bisa membangun hubungan dengan kita, tergantung apa yang ada di dalam dirinya. Nah, kalau kita membangun hubungan (apapun), bahaya kalau kita lihat penampilan luar saja. This is our life, this is your life, hati-hati dengan siapa kita menjalin hubungan, entah itu bisnis, pacaran.. dengan siapa kita bergaul, dengan siapa kita mau menikah...

Bagaimana kita bisa tahu bahwa seseorang itu akan membina hubungan dengan kita berdasarkan kasih dan tidak akan merugikan kita? Kriteria apa yang kita bisa pakai untuk menguji bahwa orang-orang itu akan menguntungkan kita, dan kita akan menguntungkan mereka, dan kita akan saling menguntungkan, completing each other, dalam pernikahan, dalam bisnis, dalam persahabatan, agar kedua belah pihak akan menikmati kebaikan?

1. Harus Ada Kejujuran

Suatu hubungan yang baik membutuhkan kejujuran. Salah satu perintah yang Tuhan ucapkan dari 10 perintah yang Dia berikan kepada Musa, yaitu jangan kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta terhadap sesamamu (Im 19:11). Tuhan memperingatkan kita tentang kerusakan dan rasa sakit yang dapat ditimbulkan akibat kebohongan dan ketidakjujuran dalam relationship. Masalahnya banyak orang menghabiskan tenaganya untuk menyembunyikan kebenaran, sehingga akibatnya mereka kehabisan tenaga untuk menyatakan kebenaran, karena tenaganya habis untuk menutupi kebohongannya.

"Honesty and intimacy always go together" (Amsal 24:26 - NIV - "An honest answer is like a kiss on the lips" - jawaban yang jujur adalah seperti memberikan ciuman di bibir)

Kalau kita ingin dekat dengan seseorang (bisa rekan bisnis, teman, pasangan, dll), keakraban tidak bisa terbangun tanpa kejujuran. Kalau kita berkata jujur kepada seseorang, kita seperti memberikan ciuman di bibir orang itu. Bukan ciuman di kening, dan mencium di bibir itu bicara tentang keintiman. Dengan kata lain, tanpa berbicara atau tanpa jawaban yang jujur, kita tidak akan pernah bisa intim dengan orang tersebut. Dalam hubungan suami istri, banyak suami yang menghabiskan waktu untuk menutupi kebenaran ("Gila, kalo gue kasih tau bisa bubar..."), masalahnya kalau dia tidak jujur, dia tidak akan bisa intim dengan istrinya. Telling the truth and telling the whole truth itu beda. Banyak orang telling the truth tapi tidak telling the whole truth. Alkitab mengatakan agar kita telling the whole truth.

Konsekuensi dari telling the whole truth, mungkin pertengkaran akan pecah di depan, tapi kepercayaan itu tidak hilang. Contohnya, kita punya supir, suatu kali supir kita menabrak mobil lain, tapi dia tidak mengakui itu, dia bilang bahwa dialah yang ditabrak. Padahal dari melihat bekas kerusakan di mobil, kita tahu kalau mobil kitalah yang menabrak mobil lain, tapi tidak ada bukti. Mungkin tidak ada keributan dan kita tidak memecat dia, tapi kita tidak mempercayai dia lagi. Apakah itu lebih baik? Atau ini, dia datang dan berkata kalau dia yang menabrak. Bakal ribut? Tentu aja... atau kalau misalnya kita yang jadi supir, mungkin kita bahkan harus mencicil untuk mengganti kerusakan dalam waktu yang lama, tapi... kita tidak kehilangan kepercayaan.

You can't get close to anybody without honesty. Kita bisa aja make up, dress up, apapun yang kita lakukan, kita bisa membuat orang lain terkesan dan kagum. Tapi rasa kagum itu tidak akan bertahan lama. Hanya kejujuran yang membuat kita bisa dekat dengan seseorang. Be honest, be yourself. Yang konyolnya adalah... how can we be that stupid, percaya bahwa seseorang itu mencintai kita padahal dia tidak memberitahukan kebenaran pada kita? Saya sudah bertemu dengan banyak orang yang terlalu gampang percaya, "Dia sangat menyayangi saya, dia cinta banget sama saya... Ya dia cuman bohong sekali dua kali sih, cuman bohong hal-hal yang kecil, tapi dia sangat mencintai saya..." Nah masalahnya sebodoh apakah kita, percaya bahwa seseorang bisa sekaligus berbohong dan mencintai? Karena mencintai adalah keinginan untuk membuat orang lain untung atau diuntungkan, tanpa merugikan orang lain itu. Banyak wanita yang lebih mudah dibohongi, mereka berpikir bahwa mereka dibohongi demi kebaikan. Saya ga menghakimi, ini hanya dari pengalaman saja. I hope we are smarter today. Mau buktikan cinta? Beritahukan kebenaran. Prove it.

Pertanyaannya adalah "Is he or she, telling you the truth?" or "Are you telling the truth?" Atau selama ini kita menyembunyikan kebenaran dan menghabiskan tenaga untuk menutupi kebenaran? "Ya... habis daripada ribut... Someday, someday, suatu hari nanti deh gue kasih tahu, kalo waktunya tepat, nanti gue cerita." Saya kira today is the best day to tell the truth. Kalo selama ini kita tidak mengatakan kebenaran pada atasan kita, bawahan kita, istri atau suami, pasangan, orang tua kita, hari ini adalah saat yang tepat untuk memulai sesuatu yang benar. Ada konsekuensi? Ada, tapi kita tidak akan kehilangan kepercayaan. Dunia mungkin bilang tindakan itu bodoh, "Goblok.. ngapain lo kasih tau, diem aja..." Tapi itu namanya tulus, and it's based on the truth.

Untuk membangun kedekatan dan pengertian satu dengan yang lain, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan agar kita bisa membangun dasar dan hubungan yang dalam. Mazmur 139 - "Untuk pemimpin biduan, mazmur Daud; Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku, Engkau mengetahui kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh, Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kau maklumi, sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya semuanya telah Kau ketahui ya Tuhan."

Agar bisa dekat dengan seseorang, selain jujur, ayat ini memberikan tips lain. Kedekatan dengan seseorang itu tidak berbicara tentang lokasi geografik. Berapa banyak suami istri secara geografis sangat dekat, dalam satu rumah, satu ranjang, namun mereka berjauhan satu dengan lainnya. Berapa banyak istri yang merasa sangat jauh dengan suaminya? Karen kita hanya akan merasa dekat dan akrab dengan seseorang kalau kita sadar bahwa orang itu mengerti pikiran kita dan mengerti perasaan kita. Kalau kita mau dekat dengan seseorang, share our thoughts, tukar pikiran dengan orang itu. Karena kedekatan tidak dibangun secara fisik, bukan hanya sering berkumpul secara fisik saja. Tanpa adanya tukar pikiran, kita tidak akan pernah bisa dekat satu sama lain. Yang suami istri, tanpa adanya saling bicara dan tukar pikiran, kita akan semakin jauh satu sama lain. Yang pacaran, bagaimana kita bisa kenal isi dari seseorang dengan hanya melihat luarnya saja? Kita hanya bisa lihat hatinya kalau kita tahu pikirannya, pandangan-pandangannya, rencananya, dll. Kemudian tinggal kita buktikan apakah orang itu jujur. Kalau pikiran dan mulutnya jujur seperti yang dia ucapkan, beri dia credit yang bernama kepercayaan.

2. Integritas

Mat 5:37 - Kalau ada seseorang yang berkata "ya" maksudnya "tidak", kita sudah tahu artinya apa. Apa yang dia ucapkan tidak sama dengan apa yang dia lakukan. Alkitab berkata kalau "ya" itu "ya", kalau "tidak" itu "tidak", di luar itu busuk. Coba kasih dia kesempatan yang kecil untuk membuktikan apakah dia bisa dipercaya atau tidak, baru kemudian bisa diberi kepercayaan yang lebih besar.

Pernikahan itu adalah one way ticket. Semua yang kita investasikan di sana tidak bisa ditarik kembali. Kita menginvestasikan seluruh hidup kita, bukan fifty-fifty. Oleh sebab itu, think of it seriously. Kalau kita saat ini sedang berada dalam satu hubungan dimana kita mulai melihat adanya indikasi-indikasi yang tidak baik, kita harus memikirkan hal ini dengan serius sebelum kita mengambil keputusan untuk melanjutkan atau mengambi keputusan yang lebih besar dalam relationship itu. Seseorang yang tidak punya integritas pasti tidak bertanggung jawab, dan dia tidak akan bisa dipercaya. Because without integrity, there won't be responsibility.

A man will fake intimacy in order to get sex, seorang pria akan berpura-pura intim untuk mendapatkan seks. Dan sebaliknya, a woman will fake sex to get intimate. Intimacy = in to me see = if you can't see into me, we won't be intimate. Kalau kita tidak bisa dilihat sampai ke dalam, kita tidak bisa dekat dengan seseorang. Dalam pernikahan, a man will fake intimacy in order to get sex, while a woman will fake sex to get intimacy (sebenarnya nggak pengen atau terpaksa, tapi demi supaya disayang-sayang akhirnya dilakukan juga, karena suaminya hanya bersikap intim kalau mau berhubungan seks saja). Tanpa adanya integritas (kalau "ya" "ya" dan kalau "tidak" "tidak"), bisa dibayangkan betapa parahnya suatu relationship itu karena di dalamnya penuh kebohongan.

Bicara soal integrity juga bicara tentang tanggung jawab. Pre marital sex adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab, karena engkau mengambil sesuatu yang belum boleh engkau ambil. That's why engkau kehilangan kepercayaan pasanganmu, walaupun itu dilakukan atas dasar suka sama suka, karena engkau mengambil untuk keuntungan diri sendiri. This is not based on love, but lust. Ini bukan untuk menghalangi kita dari menikmati kebaikan, bukan pula sok being religious karena itu dosa, semua juga tahu kalau itu dosa. Tapi faktanya, alkitab berkata kalau engkau melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab, engkau akan kehilangan respect dan kehilangan kepercayaan. Kalau engkau, sebagai pria, pernah menyentuh pasanganmu sebelum waktunya, engkau akan kehilangan respek dari pasanganmu, makanya tidak heran kalau dalam pernikahan engkau tidak dihormati. Dan kalau istri tidak lagi dikasihi sebagaimana seharusnya seperti dirinya sendiri oleh suaminya, itu juga akibat dari pre marital sex, dia kehilangan respect dari suaminya.

Masturbasi: "Oh saya nggak membayangkan yang kotor, saya membayangkan istri saya..." atau apapun alasannya. Kenapa saya katakan bahwa masturbasi adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab? Saya baca dari hasil survei, begitu banyak persentase pria yang mengalami ejakulasi dini di dalam ranjang pernikahan, atau masalah seksual dalam pernikahan. Waktu saya selidiki, Roh Kudus berbicara dalam hati saya (saya tidak bisa buktikan secara scientific atau physical, bahwa masturbasi yang dilakukan oleh seorang anak muda kalau nanti dia menikah, akan mengakibatkan dia mengalami ejakulasi dini, tapi ijinkan saya share pikiran saya dengan saudara, kita tinggalkan argumentasi teologis dahulu...).

Kalau anda melakukan masturbasi, dengan siapapun imajinasi anda, anda sedang mengatur pace atau kecepatan anda mencapai tingkat kepuasan tertentu berdasarkan kepentingan dirimu sendiri. Sedangkan di dalam setiap hubungan, the basic fondation for success is to give. Berkorban, sacrifice is a big word, bahkan dalam hubungan seksual pun. Dalam hubungan seksual suami istripun, kalau anda mau masuk dengan niat ingin mengambil, then you won't enjoy happiness in your sexual relationship.

Kalau anda juga masuk dalam suatu hubungan bisnis dengan tujuan hanya untuk mengambil keuntungan sendiri, maka hubunga itu tidak akan berhasil. Ini berlaku termasuk juga dalam hubungan seksual. Kalau dalam hubunga seksual tujuannya hanya mau mengambil, you will never be happy. Orang yang terbiasa menyenangkan dirinya sendiri dan memuaskan dirinya sendiri dengan masturbasi, akan kelabakan menguasai dirinya sendiri dalam hubungan pernikahan. Sex is not about release, it's about sacrifice, to give. Dalam semua hubungan, kalau motivasinya bukan memberi, maka hubungan itu tidak akan berhasil. Kita tentu saja tidak mau berhubungan dengan seseorang yang hanya ingin mengambil dari kita. Ini benar-benar tersimpulkan dalam firmanNya "kasihilah orang lain sama seperti engkau mengasihi dirimu sendiri", kalau kita tidak mau diperlakukan seperti itu, ya jangan melakukan itu terhadap orang lain. Are you smart enough?

Jangan pernah percaya dia mengasihimu padahal dia maunya mengambil terus. Ada mitos yang terakhir... Banyak orang yang berkata, "Tapi bagaimana kalau dia adalah satu-satunya? Alkitab kan berkata waktu Adam tidur, cuma satu tulang rusuk yang diambil, hanya satu... Jangan-jangan dia orangnya, satu-satunya yang sudah Tuhan tetapkan..." Di dalam amsal dikatakan "Dia yang menemukan istri, menemukan kebahagiaan,", andalah yang menemukan. Tuhan tidak pernah berkata, "He/She is the one", saya tidak menentang kalau ada yang dapat mimpi atau nubuatan, tapi tidak ada ayat yang berkata "he/she is the one" apalagi the only one. Tuhan cuma kasih tau kita what kind of person we should marry (kualitas orang seperti apa yang kta harus nikahi), dan Tuhan juga memberitahu kualitas orang seperti apa yang jangan kita nikahi. Tuhan memberi guidelines, bukan berkata "he/she is the one".

Kalau anda adalah orang yang berada di posisi yang selama ini tidak memberitahukan kebenaran, menutupi kebenaran, tidak menjunjung tinggi kejujuran, tidak berkata "ya" diatas "ya" dan "tidak" diatas "tidak", hari ini, betulkan hubungan anda. Kalau anda mau hubunganmu work out seperti yang Tuhan inginkan dan sediakan buat anda, lakukan apa yang Firman Tuhan ajarkan pada anda. Kalau anda lakukan itu, maka anda membuka pintu pada kebahagiaan dan pada semua hal yang sudah Tuhan sediakan untuk anda. Just do it...

Selasa, 05 Januari 2010

MENABUR

Written by : liesye herlyna

Anda semua tentu memiliki sebuah atau beberapa buah dompet, coba tengok isi dompet itu, dan sebutkan isinya satu per satu. Biasanya berisi uang (kertas/logam) , tanda pengenal (KTP/SIM), kartu debit/kredit, foto, kartu discount, nota/bon-bon pembelanjaan, HP, dan barang pribadi lainnya.

Semakin besar dompet, akan semakin banyak item yang dapat diisikan ke dalamnya.

Semakin kecil dompet, akan semakin sedikit item yang dapat diisikan ke dalamnya.

Gambaran di atas adalah gambaran kapasitas hati kita, apakah kita memiliki hati yang luas atau sempit. Saat kita memiliki hati yang luas, TUHAN akan memberikan benih yang banyak untuk kita taburkan, Namun bila kita memiliki hati yang sempit, hati yang kerdil, TUHAN pun memberikan benih yang terbatas.

Sejak lahir seorang manusia telah dibekali sekantung benih kehidupan oleh ALLAH. Namun banyak orang yang tidak tahu akan hal ini dan menyia-nyiakaannya dengan hidup secara sembarang dan sembrono. Kehidupan yang sembrono mengakibatkan kantung itu bolong dan benih-benih itu tercecer dan dimakan oleh burung-burung si jahat. Akibatnya kantung itu menjadi lapuk dan usang tidak mampu menampung benih lagi di dalamnya.

Manusia lama kita yang penuh dengan hawa nafsu dan kedagingan tidak akan mampu menerima sesuatu yang rohani dari TUHAN, karena itu kita harus menukarnya dengan yang baru. Dengan, memberikan kepada ALLAH hidup kita yang lama dan menerima hidup yang baru di dalam YESUS KRISTUS.


1. TABURKAN BENIH ITU
MARKUS 4:26, “Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,”

Saat anda lahir baru, anda telah menerima sekantung benih kehidupan yang baru. Tugas anda-lah untuk menaburkan benih itu di ladang kehidupan anda, entah itu di tengah keluarga, pelayanan, berbisnis, sekolah, pekerjaan, masa depan, kehidupan social, kesehatan, politik, hidup keagamaan, etc dan menjaganya hingga benih itu menghasilkan buah. Ada 2 macam buah yang akan kita hasilkan, yaitu buah jasmani dan buah rohani buah karakter/karisma dan buah materi.


2. KERJAKAN BAGIANMU
MARKUS 4:27, “lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.”

AMSAL 10:4-5, “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.”

AMSAL 13:4, “Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.”

AMSAL 12:27, “Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.”

Anda mungkin berkata, “Saya sudah menabur” “Saya sudah melakukan kebenaran FIRMAN TUHAN, tapi mengapa saya masih belum menuai juga ?” “Saya lelah menunggu janji TUHAN.”

Saudaraku, cobalah ada flashback saat anda menabur, apakah anda menjaganya dengan setia ataukah anda meninggalkannya begitu saja ?

Banyak anak TUHAN yang melupakan hal ini, selesai menabur, langsung ditinggalkan begitu saja. Akibatnya bukan hanya belalang pelahap yang datang, tapi juga burung-burung si jahat dan binatang perusak yang memakan habis benih kita.

TUHAN memakai perumpamaan seorang petani, untuk mengajarkan kepada kita arti kesetiaan, ketekunan dan pengharapan akan hasil dari benih tersebut. Seorang petani yang benar, tidak akan bekerja asal-asalan dengan menebar benih se-enak-nya, dia akan memilih benih yang terbaik, tanah yang berkualitas baik, pupuk yang baik dan musim yang baik supaya dia mendapatkan hasil panen berlipat kali ganda. Dan bukan hanya itu, seorang petani akan memperhatikan secara detail proses pertumbuhannya dan membersihnya dari segala macam hama pengganggu.


Sikap yang harus dimiliki oleh petani yaitu :

* Sabar

* Telaten

* Rajin

* Pengharapan = iman

* Teliti

* Tekun

* Setia

* Menyimpan benih yang terbaik untuk musim tanam berikutnya


3. TUHAN IKUT BEKERJA
MARKUS 4:28, “Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu”

ROMA 8:28, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Ada bagian kita untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh TUHAN secara maximal dan ada bagian TUHAN untuk memberikan pertumbuhan dan melipat gandakannya. Adalah suatu hal yang mustahil, kita mengharapkan sesuatu yang besar, bila dalam perkara kecil pun kita tidak setia. Adalah suatu hal yang mustahil bila kita mengharapkan hasil panen yang berlipat kali ganda, bila kita tidak memulai start yang baik dan proses pemeliharaannya yang konsisten pula.


4. MENUAI
MARKUS 4:29, “Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

GALATIA 5:22-23, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

2 KORINTUS 9:6, “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.”

Saatnya memanen hasil kerja keras selama ini, ada yang 30x, 60x dan 100x lipat. Apa yang telah anda usahakan selama ini, tidak akan sia-sia, semua akan kembali kepada anda berlipat kali ganda dibandingkan sebelumnya. Kesetiaan dan ketekunan anda telah teruji dan TUHAN membayar hasil kerja keras anda selama ini.


Siapa yang menikmati hasil panen itu ?

TENTU SAJA ANDA, dan dengan kemurahan hati anda, anda juga membagikannya kepada orang lain untuk mereka juga turut merasakan kebahagiaan yang anda miliki.


Hidup anda akan berdampak pada orang lain,

Hidup anda akan menjadi berkat bagi orang lain,

Saat anda mengerjakan pekerjaan yang dipercayakan ALLAH dengan tanggungjawab penuh,

Sekalipun di hadapan manusia kecil dan tidak berarti apa-apa,

Namun di hadapan ALLAH apa yang ada kerjakan itu tidak ternilai harganya,

Dan sangat mahal,

Tunaikan tugas pelayanan anda disertai rasa syukur kepada ALLAH

jafet say
Aq padat berkat yang luar biasa ketika membaca artikel ini. so kunjungi juga renungan ini ya. TUHAN YESUS MEMBERKATI

di dapatkan di
http://renungan-harian-kita.blogspot.com/

Jumat, 01 Januari 2010

Ucapan Selamat

Syalom Sobat Trasnformer Aq ngucapin met Natal n Taon Baru yaw.
biar Taon yang baru ini membuat kita trus dalam pembaharuan n menjadi sempurna bersama Dia. YOUTH SPIRIT

Kamis, 17 Desember 2009

Hallloooo

SYALOMMMMM The Spirit Of Transformation

Terima kasih sudah mengunjungi Blog saya

Blog ini menjadi Media bagi saya untuk share dengan Saudara, jadi saya harapkan dapat memberkati saudara ketika melihat dan membaca blog ini.

Sementara ini akan saya pergunakan fasilitas di kantor untuk memulyakan Tuhan.
Pembenahan-pembenahan besar-besaran akan terjadi di Blog ini dengan kemampuan saya sihc...

OK Tuhan Memberati

Senin, 23 Maret 2009

Pertahankanlah Kemerdekaan Yang Ada Padamu

Pertahankanlah Kemerdekaan Yang Ada Padamu
Written by Paulus
Thursday, 19 March 2009 09:16

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra

Graha Bethany Nginden

Sejak tahun 1945 Indonesia telah merdeka, dan kemerdekaan ini telah mendatangkan ketentraman walaupun perlu pembenahan lebih lanjut, dan sejak tahun 1945 sampai sekarang, bangsa Indonesia mengalami banyak tantangan dan perubahan-perubahan. Dengan adanya berbagai tantangan dan perubahan, maka bangsa ini akan dibawa pada suatu kedewasaan, karena semakin lama suatu bangsa itu merdeka maka bangsa itu seharusnya mengalami kedamaian. Tetapi sebaliknya apabila suatu bangsa yang telah merdeka, namun tidak pernah berubah untuk menjadi dewasa, maka negara itu akan tertatih-tatih dalam menjalankan roda kehidupan.

Demikian halnya dengan kita, bahwa sejak kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, maka sejak itulah kita telah dimerdekakan dari dosa, karena kita telah berlindung di bawah naungan darah Kristus. Tetapi apabila kita tidak pernah mengalami perubahan untuk menuju pada kedewasaan rohani, maka Kekritenan kita akan tertatih-tatih sehingga kehidupan kita tidak pernah mengalami ketentraman dan kedamaian.

Apabila kita membaca surat Paulus yang ditujukan kepada jemaat di Galatia, maka kita akan mendapatkan nasehat atau peringatan yang tegas; yang berbunyi : “. . . Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” (Galatia 5:1). Oleh sebab itu, kita sebagai orang Kristen biarlah sekali merdeka tetap merdeka (dalam pengertian merdeka secara fisik maupun merdeka secara roh), supaya kedamaian itu tetap ada dalam kehidupan kita untuk selama-lamanya. Memang untuk mempertahankan kemerdekaan itu tidak mudah, karena kerapkali mengalami berbagai macam gangguan, terutama adanya pemberontakan-pemberontakan yang didasari oleh keinginan untuk mengutamakan diri sendiri. Hal ini terjadi seperti kisah daripada anak yang terhilang, dimana ketika ia ingin menuruti keinginan dagingnya, maka ia harus jauh dari dari bapanya, termasuk jauh dari segala apa yang dipunyai oleh bapanya. Sehingga pada akhirnya anak ini mengalami kesengsaraan yang luar biasa; bahkan hendak makan ampas untuk makanan babi saja ia tidak dapat. Tetapi setelah ia bertobat maka hidupnya dipulihkan kembali. Dari kisah ini ada suatu nasehat, yaitu supaya kita yang sudah dimerdekakan dan menjadi anak-anak Allah, janganlah sekali-kali kita berontak untuk tidak mentaati apa yang sudah menjadi ketetapan daripada firman Tuhan.

Suatu ketika Yesus bertemu dengan orang lumpuh yang sedang berbaring dekat kolam Betesda, orang tersebut mengalami kelumpuhan selama 38 tahun. Sementara itu, ia sedang menantikan goncangan kolam ketika malaikat Tuhan datang untuk menggoncangkan kolam tersebut, sebab pada saat kolam itu goncang dan orang-orang yang sakit masuk ke dalam kolam itu maka segala penyakit mereka akan sembuh. Sedangkan saat itu, tidak ada seorangpun yang membantu orang itu untuk membawa pada kolam itu ketika sedang tergoncang. Pada akhirnya Yesus sendiri yang menyembuhkan orang lumpuh tersebut, tanpa harus masuk ke dalam kolam Betesda yang sedang tergoncang. Dan suatu saat orang yang sudah disembuhkan dari lumpuhnya itu bertemu dengan Yesus di Bait Allah; lalu Yesus berkata kepadanya : ”Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” (Yohanes 5:14) Peringatan ini tidak hanya ditujukan kepada orang lumpuh yang sudah disembuhkan, tetapi peringatan ini juga ditujukan kepada kita. Karena berapa banyak orang Kristen yang jatuh bangun dalam dosa, mereka tidak mau mempertahankan kemerdekaan yang sudah diberikan melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Dan berapa banyak orang Kristen yang giat untuk hadir dalam acara ibadah pemulihan tetapi mereka tidak mengalami pemulihan; mereka hanya ingin mendapatkan mujizat untuk dirinya, tetapi mereka tidak ada kerinduan untuk bertemu dengan Dia yang membuat mujizat itu. Yesus bertemu dengan orang yang lumpuh selama 38 tahun. Ini merupakan gambaran gereja yang mengalami kelumpuhan. Dan sejak rasul-rasul bergerak ke Asia kecil yaitu Tesalonika, Korintus, Galatia, Itali dan akhirnya sampai ke Roma, maka terjadilah pemulihan yang luar biasa, khususnya di Roma. Roma telah mengalami pemulihan yang luar biasa, bahkan seluruh penduduknya menjadi orang yang percaya kepada Yesus. Mereka mendapatkan berkat secara luar biasa. Tetapi setelah politik masuk dalam gereja, maka gereja mengalami kelumpuhan. Gereja mengalami abad kegelapan selama 1900 tahun. Namun suatu saat muncul Marthin Luter yang merupakan gerakan protestan. Saat itu firman Tuhan tidak boleh dibaca oleh hamba-hamba Tuhan, sehingga gereja mengalami kelumpuhan. Kalau gereja jatuh dalam dosa lagi maka gereja itu pasti mengalami kelumpuhan. Demikian dengan kita yang sudah dimerdekaan; janganlah kita sampai jatuh oleh perkara-perkara jasmani, sebab apabila kita jatuh di dalam perkara-perkara jasmani maka keadaan kita akan semakin buruk dibanding dengan sebelumnya.

Selain kisah orang lumpuh yang disembuhkan; ada kisah lain yang juga merupakan peringatan bagi kita supaya tidak lagi jatuh kedalam dosa. Kisah tersebut menceritakan mengenai perempuan yang berzinah, dimana perempuan itu kedapatan sedang berzinah dan ia harus dirajam dengan batu sampai mati, tetapi oleh karena Yesus ada ditengah-tengah mereka maka Ia menyatakan kasihNya. Pada waktu itu Yesus berkata kepada orang banyak, katanya : orang yang tidak pernah berbuat dosalah yang pertama kali melempari wanita ini. Maksud Tuhan berkata demikian adalah Ia ingin menunjukkan kasihNya yaitu mengampuni orang yang berdosa itu. Setelah Yesus berkata demikian, maka satu persatu diantara mereka pergi meninggalkan perempuan itu dan hanya Yesus yang berada disitu bersama perempuan yang hendak dirajam oleh batu itu. Lalu Yesus berkata kepada perempuan itu, katanya : ”. . . . Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:11b).

Kisah selanjutnya adalah orang buta yang disembuhkan oleh Yesus. Ketika orang buta itu disembuhkan, maka Yesus menasehatkan orang itu, katanya : “jangan masuk ke kampung!” (Markus 8:26). Orang itu diminta untuk tidak kembali ke kampung tersebut, supaya orang itu tidak jatuh dalam dosa kembali, karena kampung tersebut dipenuhi dengan orang-orang yang hidup dalam dosa.

Saudara, melalui beberapa kisah yang sudah kita pelajari, yaitu mengenai orang lumpuh disembuhkan, orang yang berzinah diampuni dosanya dan orang buta dicelikkan matanya, biarlah menjadi peringatan bagi kita supaya kita tetap mempertahankan kemerdekaan yang sudah Tuhan berikan. Karena apabila kita jatuh kembali di dalam dosa, maka keadaan kita akan semakin buruk; seperti yang tertulis dalam Injil Matius 12:43-45, yang berbunyi : “ . . . . . . lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Amin.

Sabtu, 31 Januari 2009

Mengenal Allah

Pdt. Dwijo Saputro

Kebenaran dalam hidup orang percaya yaitu ketika kita memiliki pengenalan yang benar kepada Allah. Sebab hal ini jauh lebih penting dari segala persembahan kita. Tuhan tidak melihat apa yang kita berikan kepadaNya namun Allah menghendaki setiap kita mengenal Allah secara pribadi.


Jadi yang terpenting dalam hidup ini adalah mengenal akan Tuhan. Pelayanan yang kita lakukan kepada Tuhan tidak selalu membuat kita menjadi dewasa dan bertumbuh di dalam Tuhan namun hanya mereka yang memiliki pengenalan kepada Tuhan yang akan membuat kerohaniannya bertumbuh. Dalam Mazmur 82:5 dijelaskan bahwa ketika kita mulai berjalan namun kita sebenarnya tidak tahu jalan maka kita akan tersesat. Demikian pula sebagai orang percaya saat kita tidak mengenal Tuhan maka kita tidak akan sampai ke tujuan. Dalam Firman Tuhan disebut tentang tokoh-tokoh iman yang mengenal Tuhan, diantaranya : Daud, Maria Magdalena dan yanag lainnya. Orang yang mengenal Allah berarti selalu memiliki pengharapan dan hidupnya tidak mudah kecewa bahkan selalu memiliki keyakinan. Roma 5:5 mengatakan bahwa pengharapan di dalam Tuhan tidak mengecewakan karena kasih Allah telah dicurahkan lewat Roh Kudusnya dalam hati kita.

Ada 1 tanda orang yang mengenal Allah secara benar, dalam Roma 10:9-10 saat kita percaya pada Allah maka kita harus mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Dan sebagai bukti yaitu apabila kita menjadikan Tuhan sebagai penguasa tunggal dalam hidup kita. Hal ini akan mempengaruhi cara berpikir, cara merespon dimana kita akan menunjukkan bahwa Yesus sebagai penguasa tunggal dalam hidup kita.

3 Alasan kita menjadikan Yesus sebagai penguasa tunggal dalam hidup kita:

Yohanes 8:34 

Sejak semula hidup manusia telah dikuasai oleh dosa karena itu jadikanlah Tuhan sebagai penguasa tunggal supaya kita tidak dikuasai lagi oleh dosa baik itu kekecewaan, bahkan masa lalu kita.

2 Korintus 5:14-14 

Yesus telah mati bagi kita sehingga hidup kita hanyalah untuk Tuhan dan menjadi milikNya.

Kisah Para Rasul 10:36 

Memanggil kita untuk menjadi pemberita kabar keselamatan bagi orang lain. Marilah dalam hidup ini kita membuat keputusan bahwa hanya Tuhanlah yang menguasai kita seluruhnya.